Skip to content
← Kembali ke artikel

Ergonomi & Aktivitas

Duduk Bersila atau Selonjoran? Kenali Posisi Duduk di Lantai yang Nyaman

02 Oct 2026 06:11

Duduk bersila dan selonjoran merupakan dua posisi duduk di lantai yang umum dilakukan. Ketahui perbedaannya, pengaruhnya terhadap kenyamanan tubuh, dan pentingnya berganti posisi secara berkala.

Duduk Bersila atau Selonjoran? Kenali Posisi Duduk di Lantai yang Nyaman

Duduk Bersila atau Selonjoran? Kenali Posisi Duduk di Lantai yang Nyaman

Duduk di lantai merupakan kebiasaan yang umum dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari bersantai di rumah, bekerja menggunakan laptop, membaca, hingga berkumpul bersama keluarga.

Dua posisi yang sering digunakan adalah duduk bersila dan duduk selonjoran.

Namun, pernahkah Anda bertanya apakah salah satu posisi tersebut lebih baik untuk kesehatan tubuh?

Jawabannya tidak sesederhana memilih satu posisi yang paling benar. Setiap posisi memiliki karakteristik dan tuntutan gerak yang berbeda.

Hal yang perlu diperhatikan bukan hanya bagaimana seseorang duduk, tetapi juga berapa lama posisi tersebut dipertahankan dan bagaimana respons tubuh terhadapnya.

Apakah Ada Posisi Duduk di Lantai yang Paling Benar?

Tidak ada satu posisi duduk yang harus dianggap paling ideal untuk semua orang.

Kenyamanan ketika duduk dapat dipengaruhi oleh mobilitas sendi, kekuatan otot, kondisi fisik, aktivitas yang dilakukan, serta kebiasaan masing-masing individu.

Sebagian orang merasa nyaman ketika duduk bersila, sedangkan yang lain lebih memilih selonjoran.

Keduanya dapat menjadi pilihan selama tidak menimbulkan keluhan yang mengganggu.

Namun, mempertahankan satu posisi terlalu lama tetap dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada sebagian orang.

Duduk Bersila: Apa yang Perlu Diperhatikan?

Duduk bersila merupakan posisi ketika kedua tungkai ditekuk dan disilangkan di depan tubuh.

Posisi ini melibatkan gerakan pada sendi pinggul, lutut, dan pergelangan kaki.

Bagi sebagian orang, duduk bersila terasa stabil dan nyaman, terutama ketika melakukan aktivitas santai.

Namun, kenyamanan posisi ini dapat berbeda tergantung kemampuan mobilitas sendi dan kondisi individu.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika duduk bersila:

  • Pastikan posisi tidak menimbulkan nyeri pada lutut atau pinggul.

  • Hindari memaksakan tungkai ke posisi yang tidak nyaman.

  • Ubah posisi apabila mulai muncul rasa kaku atau kesemutan.

  • Gunakan alas atau bantalan jika diperlukan untuk meningkatkan kenyamanan.

  • Berikan kesempatan tubuh untuk bergerak setelah duduk cukup lama.

Duduk bersila tidak otomatis menyebabkan kerusakan sendi atau perubahan postur permanen. Namun, jika posisi tersebut memicu keluhan, penyesuaian mungkin diperlukan.

Duduk Selonjoran: Apakah Lebih Baik?

Duduk selonjoran dilakukan dengan kedua tungkai diluruskan ke depan.

Posisi ini memberikan tuntutan gerak yang berbeda dibandingkan duduk bersila.

Sebagian orang mungkin merasa lebih nyaman karena lutut tidak perlu ditekuk terlalu dalam.

Namun, pada individu tertentu, duduk selonjoran juga dapat menimbulkan ketidaknyamanan, terutama jika posisi tersebut dipertahankan lama atau memerlukan penyesuaian pada area pinggul dan punggung.

Beberapa cara agar duduk selonjoran lebih nyaman antara lain:

  • Gunakan sandaran apabila diperlukan.

  • Sesuaikan posisi pinggul dan punggung.

  • Hindari memaksakan lutut tetap lurus jika terasa tidak nyaman.

  • Ubah posisi tungkai secara berkala.

  • Sesekali berdiri atau berjalan untuk memberikan variasi gerakan.

Jadi, duduk selonjoran tidak selalu lebih baik daripada duduk bersila, begitu pula sebaliknya.

Kenapa Duduk Terlalu Lama Bisa Menyebabkan Pegal?

Ketika seseorang duduk dalam satu posisi untuk waktu lama, beberapa kelompok otot dan jaringan tubuh menerima tuntutan yang relatif menetap.

Pada sebagian orang, kondisi ini dapat menimbulkan rasa kaku, pegal, atau ketidaknyamanan.

Keluhan tersebut tidak selalu menandakan adanya cedera atau kerusakan jaringan.

Durasi duduk, tingkat aktivitas fisik, kapasitas tubuh, kondisi kesehatan, serta faktor lainnya juga dapat memengaruhi respons seseorang.

Karena itu, daripada berusaha mempertahankan satu posisi yang dianggap sempurna, lebih baik memberikan tubuh kesempatan untuk bergerak dan berganti posisi secara berkala.

Bagaimana Jika Duduk di Lantai Sambil Menggunakan Laptop?

Bekerja menggunakan laptop sambil duduk di lantai sering dilakukan karena terasa santai dan praktis.

Namun, penggunaan laptop dalam waktu lama dapat membuat seseorang mempertahankan posisi leher, bahu, dan punggung yang sama.

Untuk meningkatkan kenyamanan, Anda dapat mencoba beberapa penyesuaian:

  1. Gunakan meja kecil atau penyangga laptop sesuai kebutuhan.

  2. Atur posisi layar agar nyaman dilihat.

  3. Pilih posisi duduk yang tidak menimbulkan keluhan.

  4. Variasikan posisi antara bersila, selonjoran, atau duduk di kursi.

  5. Selingi pekerjaan dengan berdiri dan berjalan singkat.

Pengaturan lingkungan kerja dapat membantu, tetapi tetap perlu dikombinasikan dengan variasi aktivitas.

Seberapa Sering Harus Berganti Posisi Duduk?

Tidak ada satu interval yang wajib diterapkan kepada semua orang.

Anda dapat mulai dengan memperhatikan respons tubuh ketika duduk.

Jika mulai merasa kaku, pegal, atau tidak nyaman, cobalah mengubah posisi, meluruskan tungkai, berdiri, atau berjalan sebentar.

Menggunakan pengingat berkala juga dapat membantu apabila Anda sering lupa bergerak ketika sedang fokus bekerja.

Yang terpenting bukan mengejar satu angka tertentu, melainkan mengurangi kebiasaan berada dalam posisi yang sama terus-menerus.

Kapan Keluhan Saat Duduk Perlu Diperiksa?

Rasa tidak nyaman setelah duduk lama dapat terjadi dan sering kali membaik setelah bergerak atau mengubah posisi.

Namun, pemeriksaan sebaiknya dipertimbangkan apabila:

  • Nyeri muncul berulang setiap kali duduk.

  • Keluhan semakin berat atau menetap.

  • Gerakan pinggul, lutut, atau punggung menjadi terbatas.

  • Kesemutan sering muncul atau tidak kunjung membaik.

  • Nyeri mulai mengganggu pekerjaan dan aktivitas sehari-hari.

Jika terdapat kelemahan tungkai yang memburuk, mati rasa di area selangkangan, atau gangguan baru dalam mengontrol buang air kecil maupun besar, segera cari pertolongan medis.

Bagaimana Fisioterapi Membantu?

Fisioterapi dapat membantu mengevaluasi keluhan yang muncul ketika duduk atau melakukan aktivitas sehari-hari.

Pemeriksaan dapat melibatkan penilaian rentang gerak, kekuatan otot, kontrol gerakan, kemampuan fungsional, serta aktivitas yang memicu keluhan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, fisioterapis dapat memberikan edukasi, penyesuaian aktivitas, dan program latihan sesuai kebutuhan individu.

Tujuannya bukan memaksakan setiap orang menggunakan satu posisi duduk tertentu, melainkan membantu tubuh tetap mampu bergerak dan menjalankan aktivitas dengan nyaman.

Konsultasi Fisioterapi di MEND Wellness

Jika Anda sering mengalami nyeri pinggang, lutut, atau pinggul ketika duduk bersila maupun selonjoran, pemeriksaan dapat membantu mengetahui faktor yang berkaitan dengan keluhan tersebut.

MEND Wellness Clinic menyediakan layanan fisioterapi untuk membantu mengevaluasi fungsi gerak dan keluhan muskuloskeletal.

Untuk informasi layanan dan konsultasi, hubungi WhatsApp 0897 6623 156.

Ingat, kunci duduk nyaman bukan mencari satu posisi sempurna, tetapi memberikan tubuh kesempatan untuk bergerak dan berganti posisi.