Nyeri Berpindah-Pindah dari Pinggang ke Lutut dan Bahu? Ini Penyebabnya
Pernah mengalami kondisi ketika hari ini pinggang terasa sakit, beberapa hari kemudian lutut mulai nyeri, lalu muncul keluhan pada bahu?
Situasi seperti ini sering membuat seseorang bertanya-tanya, mengapa nyeri berpindah-pindah ke bagian tubuh yang berbeda?
Sebagian orang menganggap setiap keluhan tersebut sebagai masalah yang berdiri sendiri. Padahal, bagian tubuh kita saling berhubungan ketika melakukan aktivitas dan gerakan.
Gangguan pada satu bagian tubuh terkadang dapat memengaruhi cara bagian lain bekerja. Namun, penting dipahami bahwa nyeri di beberapa lokasi tidak selalu disebabkan oleh satu masalah yang sama.
Untuk memahami penyebabnya, kita perlu mengenal bagaimana sistem gerak tubuh bekerja.
Mengapa Nyeri Bisa Berpindah-Pindah?
Nyeri yang muncul di beberapa bagian tubuh dapat memiliki berbagai penyebab.
Pada sebagian individu, keluhan dapat berkaitan dengan perubahan aktivitas, pembebanan berulang, atau penyesuaian pola gerak.
Sementara itu, pada kondisi lain, nyeri dapat dipengaruhi oleh gangguan sendi, otot, saraf, penyakit inflamasi, atau masalah kesehatan lainnya.
Karena itu, nyeri berpindah-pindah bukanlah diagnosis, melainkan gambaran gejala yang perlu dievaluasi berdasarkan lokasi, karakteristik, durasi, dan gejala penyertanya.
Salah satu mekanisme yang dapat berkontribusi terhadap keluhan muskuloskeletal adalah perubahan cara tubuh bergerak atau melakukan kompensasi.
Tubuh Bekerja sebagai Satu Sistem Gerak
Ketika berjalan, berlari, mengangkat barang, atau menaiki tangga, tubuh tidak menggunakan satu otot atau sendi secara terpisah.
Berbagai bagian tubuh bekerja bersama untuk menghasilkan dan mengontrol gerakan.
Sebagai contoh, saat berjalan, tubuh melibatkan:
Otot dan sendi pinggul.
Lutut.
Pergelangan kaki.
Otot-otot tubuh bagian tengah atau core.
Koordinasi tubuh untuk mempertahankan keseimbangan.
Hubungan antarkomponen tersebut sering dibahas melalui konsep kinetic chain atau rantai gerak.
Perubahan kemampuan pada satu bagian tubuh dapat memengaruhi strategi gerakan yang digunakan bagian lainnya.
Namun, hubungan tersebut tidak berarti setiap keluhan pada beberapa sendi pasti berasal dari satu sumber masalah.
Apa Itu Kompensasi Gerak Tubuh?
Kompensasi gerak adalah perubahan strategi gerakan yang dilakukan tubuh untuk menyelesaikan suatu aktivitas.
Perubahan ini dapat terjadi karena berbagai alasan, seperti nyeri, keterbatasan mobilitas, kelemahan otot, kelelahan, atau kebiasaan bergerak.
Sebagai contoh, seseorang yang mengalami nyeri pada satu tungkai mungkin secara tidak sadar mengurangi beban pada tungkai tersebut ketika berjalan.
Akibatnya, tungkai lainnya dapat menerima tuntutan aktivitas yang berbeda.
Kompensasi tidak selalu buruk. Dalam banyak situasi, perubahan gerakan merupakan bentuk adaptasi yang membantu seseorang tetap dapat beraktivitas.
Namun, apabila perubahan tersebut berlangsung terus-menerus dan menyebabkan pembebanan yang tidak dapat ditoleransi, keluhan tambahan dapat muncul.
Hubungan Nyeri Pinggang dan Lutut
Pinggang, pinggul, dan lutut memiliki hubungan fungsional ketika tubuh berdiri, berjalan, berjongkok, atau menaiki tangga.
Ketika seseorang mengalami nyeri pinggang, pola aktivitas dan cara bergeraknya dapat berubah.
Misalnya, individu tersebut mungkin:
Mengurangi gerakan membungkuk.
Mengubah cara berdiri dari kursi.
Mengurangi beban pada salah satu tungkai.
Menggunakan strategi gerakan berbeda saat berjalan.
Perubahan ini dapat memengaruhi tuntutan pada sendi dan otot lainnya.
Namun, nyeri lutut yang muncul setelah nyeri pinggang tidak otomatis berarti disebabkan oleh masalah pinggang.
Kedua keluhan bisa saja memiliki penyebab yang berbeda.
Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang bermakna antara keduanya.
Mengapa Bahu Bisa Ikut Terasa Sakit?
Bahu merupakan bagian dari sistem gerak yang melibatkan sendi bahu, tulang belikat, tulang belakang, serta berbagai kelompok otot.
Keluhan bahu dapat berkaitan dengan aktivitas berulang, perubahan beban latihan, keterbatasan gerakan, atau kondisi jaringan tertentu.
Pada sebagian individu, perubahan aktivitas akibat keluhan di bagian tubuh lain juga dapat memengaruhi penggunaan bahu.
Sebagai contoh, seseorang yang mengalami gangguan pada tungkai mungkin lebih sering menggunakan tangan untuk membantu berdiri atau menopang tubuh.
Aktivitas tersebut dapat meningkatkan tuntutan pada bahu.
Meski demikian, tidak semua nyeri bahu memiliki hubungan dengan keluhan pinggang atau lutut sebelumnya.
Apakah Nyeri Berpindah-Pindah Selalu Disebabkan Kompensasi?
Tidak.
Ini merupakan hal penting yang perlu dipahami.
Kompensasi gerak hanyalah salah satu kemungkinan yang dapat berkontribusi terhadap keluhan muskuloskeletal.
Beberapa penyebab lain yang perlu dipertimbangkan antara lain:
1. Perubahan Aktivitas Fisik
Peningkatan aktivitas secara mendadak dapat menyebabkan keluhan pada beberapa kelompok otot atau sendi.
Contohnya adalah memulai latihan gym dengan volume tinggi setelah lama tidak berolahraga.
2. Pembebanan Berulang
Aktivitas yang dilakukan secara berulang tanpa penyesuaian beban dan pemulihan yang sesuai dapat memicu keluhan pada jaringan tertentu.
3. Kondisi Sendi dan Jaringan
Masalah pada tendon, otot, atau sendi dapat menyebabkan nyeri pada lokasi yang berbeda.
Setiap keluhan perlu dievaluasi berdasarkan karakteristiknya.
4. Nyeri yang Menjalar
Pada kondisi tertentu, nyeri dapat dirasakan jauh dari sumber masalah.
Sebagai contoh, gangguan saraf tertentu pada tulang belakang dapat menyebabkan nyeri yang menjalar ke tungkai atau lengan.
Nyeri menjalar berbeda dengan nyeri yang benar-benar muncul bergantian pada beberapa sendi.
5. Penyakit Sistemik atau Inflamasi
Beberapa kondisi medis, termasuk penyakit radang sendi, dapat menyebabkan keluhan pada beberapa persendian.
Karena itu, nyeri yang muncul berulang di berbagai lokasi tidak sebaiknya langsung dianggap sebagai masalah postur atau kompensasi gerak.
Tanda Nyeri yang Perlu Mendapatkan Pemeriksaan
Pemeriksaan tenaga kesehatan sebaiknya dipertimbangkan apabila:
Nyeri berpindah-pindah dan terus berulang.
Keluhan semakin berat atau mengganggu aktivitas.
Terdapat pembengkakan pada beberapa sendi.
Sendi terasa kaku berkepanjangan pada pagi hari.
Muncul kesemutan atau kelemahan otot.
Nyeri tidak membaik meskipun aktivitas sudah disesuaikan.
Keluhan disertai demam, kelelahan tidak biasa, atau penurunan berat badan tanpa sebab jelas.
Segera cari pertolongan medis jika terdapat kelemahan mendadak, gangguan buang air kecil atau besar, atau sendi yang sangat nyeri, panas, bengkak, dan disertai demam.
Gejala tersebut dapat memerlukan evaluasi medis segera.
Bagaimana Fisioterapi Mengevaluasi Nyeri di Beberapa Bagian Tubuh?
Pemeriksaan fisioterapi tidak hanya berfokus pada lokasi nyeri, tetapi juga mempertimbangkan aktivitas dan kemampuan gerak seseorang.
Pada keluhan muskuloskeletal, evaluasi dapat mencakup beberapa aspek berikut.
1. Riwayat Keluhan
Fisioterapis dapat menanyakan kapan nyeri mulai muncul, bagaimana pola perpindahannya, aktivitas yang memperberat keluhan, serta gejala lainnya.
Informasi ini membantu menentukan apakah keluhan kemungkinan saling berkaitan atau memerlukan pemeriksaan medis tambahan.
2. Pemeriksaan Mobilitas
Rentang gerak sendi dapat diperiksa untuk mengetahui apakah terdapat keterbatasan yang relevan dengan keluhan.
3. Pemeriksaan Kekuatan Otot
Kekuatan otot dapat dinilai untuk memahami kemampuan tubuh menghasilkan dan mengontrol gaya selama aktivitas.
4. Evaluasi Gerakan Fungsional
Pemeriksaan dapat melibatkan aktivitas seperti:
Berdiri dari kursi.
Berjalan.
Squat.
Naik dan turun tangga.
Mengangkat atau menjangkau benda.
Pemilihan tes disesuaikan dengan keluhan serta kemampuan individu.
5. Evaluasi Pembebanan
Fisioterapis dapat menilai respons tubuh terhadap aktivitas tertentu untuk membantu menentukan toleransi pembebanan dan kebutuhan latihan.
Hasil pemeriksaan digunakan bersama informasi klinis lainnya, bukan sebagai satu-satunya dasar diagnosis.
Cara Mengurangi Risiko Keluhan Muskuloskeletal Berulang
Beberapa kebiasaan berikut dapat membantu menjaga kemampuan tubuh dalam melakukan aktivitas.
Tingkatkan Aktivitas Secara Bertahap
Hindari meningkatkan intensitas, volume, dan frekuensi latihan secara drastis dalam waktu bersamaan.
Berikan kesempatan tubuh untuk beradaptasi.
Pertahankan Kekuatan Otot
Latihan kekuatan yang sesuai dapat membantu mempertahankan kemampuan otot dan fungsi gerak.
Program latihan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi serta tujuan aktivitas.
Variasikan Aktivitas
Jika pekerjaan mengharuskan Anda mempertahankan posisi tertentu dalam waktu lama, cobalah melakukan perubahan posisi dan aktivitas ringan secara berkala.
Perhatikan Pemulihan
Tidur yang cukup, nutrisi yang sesuai, dan pengaturan aktivitas merupakan bagian penting dalam mendukung pemulihan.
Jangan Mengabaikan Nyeri yang Terus Berulang
Nyeri yang menetap atau semakin berat perlu dievaluasi, terutama apabila mulai membatasi aktivitas sehari-hari.
Fisioterapi untuk Keluhan Pinggang, Lutut, dan Bahu di MEND Wellness
Keluhan yang muncul di beberapa bagian tubuh dapat memengaruhi kenyamanan dan kemampuan beraktivitas.
Namun, menentukan penyebabnya memerlukan evaluasi yang mempertimbangkan berbagai faktor, bukan hanya lokasi nyeri.
MEND Wellness Clinic menyediakan layanan fisioterapi untuk membantu mengevaluasi keluhan muskuloskeletal dan fungsi gerak.
Pemeriksaan dapat meliputi mobilitas, kekuatan otot, kontrol gerak, kemampuan aktivitas fungsional, serta respons terhadap pembebanan.
Jika diperlukan, fisioterapis juga dapat menyarankan pemeriksaan medis lebih lanjut untuk kondisi yang berada di luar lingkup penanganan fisioterapi.
Untuk informasi layanan dan konsultasi, hubungi WhatsApp 0897 6623 156.
Ingat, tubuh bekerja sebagai satu sistem. Namun, nyeri yang muncul di beberapa bagian tubuh tidak selalu berasal dari satu penyebab. Memahami pola keluhan melalui pemeriksaan yang tepat merupakan langkah penting untuk menentukan penanganan yang sesuai.